Sering kali rasa sumpek, jenuh, bosan datang menghampiri. bahkan bisa menjerat kita pada kemalasan dan melakukan hal yang sia-sia. Tapi bagaimana cara mengatasinya?
Saya sendiri sering mengalami hal itu, ya... ujung-ujungnya melampiaskan "energi berlebih" pada permainan, canda tawa atau cerita komersil di layar kaca. apakah itu salah?
Memang sadis juga kalau dikatakan sebagai "kegiatan yang salah", namun jika ada pilihan kegiatan lain yang dapat memberi dampak positif kenapa tidak? mungkin kata yang lebih pas adalah "pilihan yang kurang tepat". Banyak hal yang sifatnya "menyenangkan" yang sedikit banyak bisa berdampak positif bagi kita. Salahsatunya adalah mengkhayal, ya, mengkhayal, mungkin kalangan optimist menyebutnya dengan istilah visualisasi, mengkonsep masa depan, bermimpi atau istilah lainnya.
Menyenangkan karena kita bisa bebas mengutak-atik masa depan, walaupun pada hakikatnya ada satu garis pembatas yang menjadi pembeda antara berkhayal dengan melamun. menurut KBBI definisi melamuan adalah: termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana*, sedangkan berkhayal adalah: (1) melihat sesuatu yg hanya ada di angan-angan, (2) berbuat sesuatu spt benar-benar terjadi**
Tapi seperti pepatah orang bijak: segala sesuatu ada batasnya, begitupun dengan berkhayal. Coba bayangkan jika 1x24 jam nonstop kita berkhayal, yang ada malah kembali ke paragraf pertama tulisan ini: sumpek, jenuh, bosan.
Bisa dikatakan hukum alam dan Allah sendiri menyampaikan dalam kitabnya: Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (QS. Adz Dzaariyaat : 49) sudah jelas sang pencipta-pun menjelaskan bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan. Begitupun berkhayal yang memiliki antonim: kerja nyata, tindakan, aplikasi, ikhtiar. Dan si antonim ini adalah episode lanjutan dari berkhayal.
Saya sendiri sering mengalami hal itu, ya... ujung-ujungnya melampiaskan "energi berlebih" pada permainan, canda tawa atau cerita komersil di layar kaca. apakah itu salah?
Memang sadis juga kalau dikatakan sebagai "kegiatan yang salah", namun jika ada pilihan kegiatan lain yang dapat memberi dampak positif kenapa tidak? mungkin kata yang lebih pas adalah "pilihan yang kurang tepat". Banyak hal yang sifatnya "menyenangkan" yang sedikit banyak bisa berdampak positif bagi kita. Salahsatunya adalah mengkhayal, ya, mengkhayal, mungkin kalangan optimist menyebutnya dengan istilah visualisasi, mengkonsep masa depan, bermimpi atau istilah lainnya.
Menyenangkan karena kita bisa bebas mengutak-atik masa depan, walaupun pada hakikatnya ada satu garis pembatas yang menjadi pembeda antara berkhayal dengan melamun. menurut KBBI definisi melamuan adalah: termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana*, sedangkan berkhayal adalah: (1) melihat sesuatu yg hanya ada di angan-angan, (2) berbuat sesuatu spt benar-benar terjadi**
Tapi seperti pepatah orang bijak: segala sesuatu ada batasnya, begitupun dengan berkhayal. Coba bayangkan jika 1x24 jam nonstop kita berkhayal, yang ada malah kembali ke paragraf pertama tulisan ini: sumpek, jenuh, bosan.
Bisa dikatakan hukum alam dan Allah sendiri menyampaikan dalam kitabnya: Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (QS. Adz Dzaariyaat : 49) sudah jelas sang pencipta-pun menjelaskan bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan. Begitupun berkhayal yang memiliki antonim: kerja nyata, tindakan, aplikasi, ikhtiar. Dan si antonim ini adalah episode lanjutan dari berkhayal.
0 komentar:
Posting Komentar